Michan's Bookshelf

Generasi 3G
Membongkar Jamaah Islamiyah : Pengakuan Mantan Anggota JI
ga-gi-gu Gigi
Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan
Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan
Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan
Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan
Kata Hati
Joker: Ada Lelucon di Setiap Duka
Bintang Bunting
Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
Arigatou, Nippon: Sebuah Cerita Tentang Jepang
My Sister's Voice
Room
Perkara Mengirim Senja
Cado-cado: Catatan Dodol Calon Dokter
Cado-Cado Kuadrat
Cado Cado 3 - Susahnya Jadi Dokter Muda
Asoi Geboi Bohai
GOKIL! Sebuah Kompilasi Kedodolan


Mita Supardi's favorite books »

amor escrito

Bukan tentang kemarin yang tidak bisa terulang, bukan juga untuk besok yang penuh dengan kecemasan, tapi aku ada untuk hari ini, memberi hidup untuk hidup, dan melakukan yang terbaikku untuk hari ini." —Mita Michan Supardi

  • 3rd October
    2014
  • 03
Bertahanlah. Yang jahat, jangan dibalas jahat. Jauhkan diri dari pikiran negatif.
amor escrito
  • 28th September
    2014
  • 28
  • 22nd September
    2014
  • 22
Kaki-kaki yang melangkah mundur, terus ditarik ke belakang. Ada cerita-cerita yang benci untuk diulang. Sesekali, boleh, ya… aku menutup kedua telingaku.
Amor Escrito
  • 22nd September
    2014
  • 22
  • 17th September
    2014
  • 17

Sebuah Pagi yang Menyebalkan

Terbangun dengan perasaan yang tidak enak. Hati meyakini bahwa ada hal buruk yang (sudah/akan/sedang) terjadi, tapi kepala berteriak dan berusaha meyakinkan hati, kalau semua baik-baik saja.

Lagi-lagi, ini tugasnya waktu. Tugasnya waktu untuk mengurai semua menjadi penjelasan-penjelasan yang masuk akal. Penjelasan yang membutuhkan logika lebih besar, tanpa harus memberikan empati kepada hati.

Hati, batin, dan koneksi.
Keterikatan batin dengan semesta, sering kali membuat saya berada dalam situasi tidak menyenangkan. Tentang kegelisahan yang menciptakan ragu, lalu mewujud.

Hai, pagi….
Biarkan saya dalam ketidaktahuan saja. Biarkan saya punya afirmasi kalau semua memang baik-baik saja.

Terima kasih :)

  • 16th September
    2014
  • 16
duduk di sebuah kedai sederhana berbudaya, dengan daftar harga menu yang arogan. beberapa meja di belakang saya, para budayawan dan pekerja seni sedang berbicara. suara mereka berdengung. hingga saya tak bisa benar-benar tahu, topik pembicaraan apa yang sedang mereka bahas.

duduk di sebuah kedai sederhana berbudaya, dengan daftar harga menu yang arogan. beberapa meja di belakang saya, para budayawan dan pekerja seni sedang berbicara. suara mereka berdengung. hingga saya tak bisa benar-benar tahu, topik pembicaraan apa yang sedang mereka bahas.

  • 15th September
    2014
  • 15

Anciana

Ini cerita tentang Anciana dari Spanyol. Tentang Anciana yang takut tua dan kesepian. 

Anciana dan Ibu Kota itu seperti anak kembar. Mencoba tetap gempita, sekalipun termakan usia. Bersembunyi di bawah kerlip warna warni kota, menyimpan sepi dalam hati sendiri. 

*

Semua jemarinya sudah tak lagi cukup menghitung berapa usianya. Termasuk ketika ia menambahkan sepuluh jari lagi. Yang jelas, semua kerut dan keriput tipis sudah menghiasi wajahnya. Gerak tubuhnya masih lincah, itu karena dipaksakan begitu. Semuanya supaya dia tak dipandang sebagai seseorang yang menyedihkan. 

Anciana memang sebegitunya takut tua. Dia sendiri pun tahu. Itulah mengapa dia semakin menyibukkan diri dengan banyak hal. Supaya semuanya tersamar,

Baginya, tak perlu ada yang sadar perubahan itu. Kasihan Anciana. Kasihan….

  • 5th September
    2014
  • 05
Untuk pertanyaan yang belum siap kau terima jawabannya, jangan pernah kau berani menanyakannya.
Amor Escrito
  • 4th September
    2014
  • 04
  • 22nd August
    2014
  • 22
  • 22nd August
    2014
  • 22
Pekan lalu, saya memandang barisan gedung tinggi ini dalam perjalanan. Lalu, saya tersenyum. Saya tahu, kalau pemandangan ini, sudah menjadi “rumah” saya.

Pekan lalu, saya memandang barisan gedung tinggi ini dalam perjalanan. Lalu, saya tersenyum. Saya tahu, kalau pemandangan ini, sudah menjadi “rumah” saya.

  • 22nd August
    2014
  • 22

#BattleNulis Dadakan Setelah Jam Kerja

Hasil dari mengantor yang pindah ke PIM dan jam kerja yang sudah selesai. Sambil menunggu jam kemacetan, Aci (Dept.Promosi GagasGroup) ngajakin #BattleNulis antara saya, Edo (editor Bukune), dan Dimas (Dept.Promosi GagasGroup) buat menulis cerita dalam waktu 15 menit.

Ceritanya bebas, tapi merujuk ke satu objek yang sudah disepakati bersama. Lalu, tersebutlah seorang Mas berbaju merah yang duduk sendirian di kedai kopi tempat kami berada, untuk dijadikan objek cerita.

Dan berikut cerita yang saya tulis bebas dalam 15 menit. Ps: Belum diedit, Gais! Jadi, maafkan untuk ketidaknyamannya. Hehehehe~

Read More

  • 11th August
    2014
  • 11
Berani foto tanpa makeup. Laaah, tiap hari juga kagak pernah pake. Hehehe~

Berani foto tanpa makeup. Laaah, tiap hari juga kagak pernah pake. Hehehe~

  • 11th August
    2014
  • 11
This is how me and him spend our weekend. We have a lovely saturday night like this. Talking, laughing, and eating much.

This is how me and him spend our weekend. We have a lovely saturday night like this. Talking, laughing, and eating much.

  • 11th August
    2014
  • 11