Michan's Bookshelf

Generasi 3G
Membongkar Jamaah Islamiyah : Pengakuan Mantan Anggota JI
ga-gi-gu Gigi
Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan
Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan
Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan
Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan
Kata Hati
Joker: Ada Lelucon di Setiap Duka
Bintang Bunting
Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
Arigatou, Nippon: Sebuah Cerita Tentang Jepang
My Sister's Voice
Room
Perkara Mengirim Senja
Cado-cado: Catatan Dodol Calon Dokter
Cado-Cado Kuadrat
Cado Cado 3 - Susahnya Jadi Dokter Muda
Asoi Geboi Bohai
GOKIL! Sebuah Kompilasi Kedodolan


Mita Supardi's favorite books »

amor escrito

Bukan tentang kemarin yang tidak bisa terulang, bukan juga untuk besok yang penuh dengan kecemasan, tapi aku ada untuk hari ini, memberi hidup untuk hidup, dan melakukan yang terbaikku untuk hari ini." —Mita Michan Supardi

  • 15th July
    2014
  • 15
Suatu pagi di setahun lalu….

Duduk di bagian belakang bus Trans Jakarta. Saat itu masih pagi. Kamu bilang, “Lucu, nih. Kita ada di sini.”

Lalu, karena kondisi dalam bus hanya ada sopir, petugas penjaga dalam armada, dan kami… so, I took a selfie pic with him.



Jakarta, Juli 2013

Suatu pagi di setahun lalu….

Duduk di bagian belakang bus Trans Jakarta. Saat itu masih pagi. Kamu bilang, “Lucu, nih. Kita ada di sini.”

Lalu, karena kondisi dalam bus hanya ada sopir, petugas penjaga dalam armada, dan kami… so, I took a selfie pic with him.

Jakarta, Juli 2013

  • 15th July
    2014
  • 15
  • 15th July
    2014
  • 15

Diam di Pojokan

I love being an observer. Obyeknya tentu saja manusia. Sesekali menjadi ‘penonton’ itu sangat menyenangkan. Ralat, saya memang sering (memilih) jadi penonton, sih. Terlebih kalau urusan domestik atau luar lagi super-ribet. Hehehe. Jadinya, mengobservasi itu adalah hiburan paling seru!

Berikut, gambaran kasar tentang apa yang belakangan ini saya simak dari berbagai circle saya:

• Tentang Manusia-Manusia Kepo
Kayanya ngepoin orang itu sudah menjadi hal dasar yang dimiliki manusia. Bedanya, sebesar apa rasa ingin tahunya, dan sejauh mana.
Ada yang ngepoin semua akun sosmed seseorang atau kelompok. Tujuannya untuk apa? Macem-macem. Yang jelas, kalo ngepoin satu akun, akan berakhir dengan ngepoin segambreng akun lainnya. Manusia-manusia jenis ini, cenderung sotoy dan jail. Tapi, nggak semua. Ada juga yang analisanya malah tajam dan asumsinya benar.

• Tentang ‘Cold War’ di Social Media
Ketika seseorang benci banget terhadap seseorang lainnya, lalu berkoar di social media dan berlanjut sahut-sahutan. OMG! Thats gross!
Tenang saja, buat yang pernah merasa ‘panas’ akibat ulah orang lain, mending senyumin, cuekin, dan walk away.

• Tentang Pelarian Isu Kesepian
Ada yang melampiaskannya melalui pekerjaan. Nggak peduli akan bagaimana masa depan aspek lain, yang penting soal karier semakin (kayaknya) mantap. Ada pula (yang karena kesepian) malah flirting sana-sini, tapi hasilnya ZONK! dan bahkan malah jadi dicap ‘mureeeeee’.

• Tentang Hidup yang Mulai Tak Seimbang
Otak nyuruhnya kerja, tapi badan mintanya istirahat. Mata dipaksa melek, sementara kesadarannya sudah merangkak. Hal kayak gini, pasti memang disadari oleh para corporate-slave, tapi mereka mantap memilih untuk cuek. HOW COOOME?!

Begitulah kira-kira summary-nya. Nanti lain waktu, saya bahas lebih detail. Hehehe. Tolong ditagih saja kalau lupa.

  • 3rd July
    2014
  • 03
  • 3rd July
    2014
  • 03

I took two old photos of my BF and I made it into so-called-comic.

  • 3rd July
    2014
  • 03
Sepedamu sudah menunggu untuk dikayuh. Jangan lagi buat rindu meragu. Karena seseorang, menantimu untuk bertemu.
amor escrito
  • 19th June
    2014
  • 19
there’s that occasional night where you just break down and cry because you know that no matter what, things will never be the same again.
amor escrito
  • 19th June
    2014
  • 19

Jakarta, Ternyata

Sudah hampir dua tahun saya pindah dan menjadi warga Jakarta. Tidak mudah, ternyata. Terlalu banyak yang berubah dan membutuhkan usaha dalam penyesuaian. 

Di Jakarta, semuanya bergerak cepat. Setiap detiknya seperti tergesa dan diburu-buru untuk bergerak maju. Tidak ada tempat untuk mengenang sesuatu yang sudah lewat, atau bahkan untuk sekadar melamun.

Kota ini seperti diciptakan untuk mereka yang tidak mementingkan kegamangan. Semuanya berjalan maju, memaksa individu untuk berpikir dan berkeputusan dalam kondisi apa pun.

Gemerlap dan ingar-bingar yang sering kali mengentak, tidak membuat manusia yang tinggal di kota ini bahagia. Tidak. Karena sebagian banyak, merasanya sepi. 

Beruntung adalah ketika kita menemukan pola dan solusi. Untuk tetap baik menjalani hari dan mengantisipasi segala kemungkinan buruk.

Teruntuk mereka yang merasanya tidak atau kurang “paham” dengan kota mahamegah ini, silakan menyederhanakannya. Karena yang sudah hidup bertahun-tahun di kota ini pun, belum tentu bisa “menemukan” hal yang dimaksud.

  • 17th June
    2014
  • 17
  • 10th June
    2014
  • 10
  • 5th June
    2014
  • 05
  • 26th May
    2014
  • 26
  • 24th May
    2014
  • 24

Aku di Cerita Pendek Ini

"Aku di Cerita Pendek Ini" #letswrite

            “Tulisan jenis apa, sih, yang bakal dia terima?!” Aku merobek beberapa lembar kertas yang baru saja kucetak dengan printer.

            Aku masih ragu. Padahal sudah hampir empat puluh kali aku revisi. Itu kalau aku tak salah hitung. Maklumlah, bekerja di portal gosip dan terbiasa makan makanan ber-msg, bikin daya ingat menurun. Tapi, kalau perempuan yang “itu”, aku sangat ingat.…

View On WordPress

  • 17th May
    2014
  • 17

Semur Daging

#letswrite “bersenang-senanglah dan ucapkan selamat tinggal”

Siang itu anakku merengek lapar kepadaku. Bukan hal aneh karena kejadian seperti ini terjadi setiap hari. Perut kecilnya tidak akan terpuaskan, entah sampai kapan. Sudah hampir seminggu ia hanya kuberikan nasi jagung dalam porsi superirit.

“Ibu, aku nggak mau makan nasi jagung lagi,” ucap anakku yang pipinya sudah basah.

Aku tidak tahu kapan dia meneteskan air matanya. Kupikir, dia tidak sampai…

View On WordPress

  • 15th May
    2014
  • 15
Setelah acara nonton bareng “MARMUT MERAH JAMBU” dengan teman-teman gagasmedia group, mampirlah kami ke Soerabi EnHaii Bandung yang ada di Depok. 

Dan… ini dia, surabi jagung manis keju. Saya pilih ini karena direkomendasikan oleh Rara. Padahal biasanya, kan, saya pesannya suka yang cokelat/susu gitu. Tapi, yang ini rasanya juga enak! 

Nyam nyam nyam~

Setelah acara nonton bareng “MARMUT MERAH JAMBU” dengan teman-teman gagasmedia group, mampirlah kami ke Soerabi EnHaii Bandung yang ada di Depok.

Dan… ini dia, surabi jagung manis keju. Saya pilih ini karena direkomendasikan oleh Rara. Padahal biasanya, kan, saya pesannya suka yang cokelat/susu gitu. Tapi, yang ini rasanya juga enak!

Nyam nyam nyam~