Michan's Bookshelf

Generasi 3G
Membongkar Jamaah Islamiyah : Pengakuan Mantan Anggota JI
ga-gi-gu Gigi
Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan
Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan
Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan
Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan
Kata Hati
Joker: Ada Lelucon di Setiap Duka
Bintang Bunting
Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
Arigatou, Nippon: Sebuah Cerita Tentang Jepang
My Sister's Voice
Room
Perkara Mengirim Senja
Cado-cado: Catatan Dodol Calon Dokter
Cado-Cado Kuadrat
Cado Cado 3 - Susahnya Jadi Dokter Muda
Asoi Geboi Bohai
GOKIL! Sebuah Kompilasi Kedodolan


Mita Supardi's favorite books »

amor escrito

Bukan tentang kemarin yang tidak bisa terulang, bukan juga untuk besok yang penuh dengan kecemasan, tapi aku ada untuk hari ini, memberi hidup untuk hidup, dan melakukan yang terbaikku untuk hari ini." —Mita Michan Supardi

  • 22nd August
    2014
  • 22
  • 22nd August
    2014
  • 22
Pekan lalu, saya memandang barisan gedung tinggi ini dalam perjalanan. Lalu, saya tersenyum. Saya tahu, kalau pemandangan ini, sudah menjadi “rumah” saya.

Pekan lalu, saya memandang barisan gedung tinggi ini dalam perjalanan. Lalu, saya tersenyum. Saya tahu, kalau pemandangan ini, sudah menjadi “rumah” saya.

  • 22nd August
    2014
  • 22

#BattleNulis Dadakan Setelah Jam Kerja

Hasil dari mengantor yang pindah ke PIM dan jam kerja yang sudah selesai. Sambil menunggu jam kemacetan, Aci (Dept.Promosi GagasGroup) ngajakin #BattleNulis antara saya, Edo (editor Bukune), dan Dimas (Dept.Promosi GagasGroup) buat menulis cerita dalam waktu 15 menit.

Ceritanya bebas, tapi merujuk ke satu objek yang sudah disepakati bersama. Lalu, tersebutlah seorang Mas berbaju merah yang duduk sendirian di kedai kopi tempat kami berada, untuk dijadikan objek cerita.

Dan berikut cerita yang saya tulis bebas dalam 15 menit. Ps: Belum diedit, Gais! Jadi, maafkan untuk ketidaknyamannya. Hehehehe~

Read More

  • 11th August
    2014
  • 11
Berani foto tanpa makeup. Laaah, tiap hari juga kagak pernah pake. Hehehe~

Berani foto tanpa makeup. Laaah, tiap hari juga kagak pernah pake. Hehehe~

  • 11th August
    2014
  • 11
This is how me and him spend our weekend. We have a lovely saturday night like this. Talking, laughing, and eating much.

This is how me and him spend our weekend. We have a lovely saturday night like this. Talking, laughing, and eating much.

  • 11th August
    2014
  • 11
  • 11th August
    2014
  • 11

Jangan Mau Seperti Pohon Pisang

Dari judulnya juga sudah jelas. Jangan mau disamain kayak pohon pisang. Punya jantung, nggak punya hati. 

Berbuat baik kepada siapa saja itu emang bagus, sih. Bahkan, sebagai makhluk sosial, untuk menciptakan kedamaian pun adalah dengan berbuat baik. 

Selama masih pada tempatnya, sih, nggak masalah. Tapi, kadang ada hal yang menyebalkan terjadi. Contohnya adalah ketika bertemu dengan orang-orang yang ‘hobi’ memanfaatkan kebaikan orang lain dengan tidak pada tempatnya.

Ada orang baik itu, kan, bukan untuk ‘disalahgunakan’ kebaikannya. Macam istilah ‘dikasih hati, minta jantung’. Kasih aja jantung pisang! Hehehehe….

Sebelum ‘memanfaatkan’ kebaikan orang lain, ada baiknya juga kok untuk memikirkan situasi dan kondisi orang yang mau kita ‘manfaatin’ tersebut. Berpikir dengan kemungkinan paling sederhana saja dulu, seperti “kira-kira (hal) yang kita manfaatin ini bakal bikin dia (orang baik) ini susah, nggak ya?” Atau kalau memang kita sendiri punya bayangan itu bakal nyusahin orang lain, kenapa juga harus diambil keputusannya.

Tapi, seringnya sih orang yang punya tipe menyalahgunakan kebaikan orang lain itu emang kayak pohon pisang. Tidak punya keberatan apa pun atas tindakan mereka sendiri. Mereka nggak peduli terhadap orang lain bakal susah atau enggak dengan kelakuan mereka. 

Sering kali juga mereka nggak sadar soal itu. Kalau kelakuan mereka pun pasti ada yang memperhatikan (sekalipun diam-diam). Jadi, solusinya, kalau ketemu sama tipe orang macam itu, mendingan kita sendiri yang ubah sikap. Karena kita emang nggak bisa berharap banyak untuk orang macam itu berubah, kan? Jadinya, mending kita yang berubah… supaya orang macam itu paham untuk nggak seenak jidat manfaatin kebaikan kita. 

Hal paling penting, sih, mendingan tetap hati-hati dalam bersikap. Jangan lupa juga untuk buka lebar pintu maaf dan ikhlas. Maaf kepada diri sendiri untuk tidak jadi pelaku ‘pohon pisang’ atau jadi orang yang dimanfaatin sama manusia macam tadi. Hehehe~ 

  • 3rd August
    2014
  • 03
Selama setahun lebih, saya sama sekali tak menyentuh Beno. Karena dia di Bandung dan saya di Jakarta. Pun saya sedang pulang ke Bandung, rupa Beno sering kali tak terjangkau mata. Jadinya, saya sering gagal bertemu dengannya.

Saya dan Beno dekat dan bersama di tahun 2008. Saat itu, dia yang paling menarik hati saya. Beno juga pernah ikut saya keliling kota di Pulau Jawa untuk talk show buku pertama saya. Dia mengiringi saya yang bernyanyi.

Beno, merindukan saya, pasti. Karena jemari saya pun sudah lama tak kapalan gara-gara main gitar.

Sekarang, Beno sudah di Michi’s Spaceship rumah Jakarta. Tentunya bersama saya. Dan akan ada hari-hari selain baca buku atau komik, menggambar, dan nonton serial, yaitu bermain dengan Beno.

Hihihi~ Semoga saya tidak banyak lupa soal kunci dan bagaimana memainkannya. Tidak perlu jago, asalkan memainkannya bisa dinikmati.

Baiklah…. Sekian cerita dari saya tentang Beno yang “pulang” kembali.

Selama setahun lebih, saya sama sekali tak menyentuh Beno. Karena dia di Bandung dan saya di Jakarta. Pun saya sedang pulang ke Bandung, rupa Beno sering kali tak terjangkau mata. Jadinya, saya sering gagal bertemu dengannya.

Saya dan Beno dekat dan bersama di tahun 2008. Saat itu, dia yang paling menarik hati saya. Beno juga pernah ikut saya keliling kota di Pulau Jawa untuk talk show buku pertama saya. Dia mengiringi saya yang bernyanyi.

Beno, merindukan saya, pasti. Karena jemari saya pun sudah lama tak kapalan gara-gara main gitar.

Sekarang, Beno sudah di Michi’s Spaceship rumah Jakarta. Tentunya bersama saya. Dan akan ada hari-hari selain baca buku atau komik, menggambar, dan nonton serial, yaitu bermain dengan Beno.

Hihihi~ Semoga saya tidak banyak lupa soal kunci dan bagaimana memainkannya. Tidak perlu jago, asalkan memainkannya bisa dinikmati.

Baiklah…. Sekian cerita dari saya tentang Beno yang “pulang” kembali.

  • 15th July
    2014
  • 15
Suatu pagi di setahun lalu….

Duduk di bagian belakang bus Trans Jakarta. Saat itu masih pagi. Kamu bilang, “Lucu, nih. Kita ada di sini.”

Lalu, karena kondisi dalam bus hanya ada sopir, petugas penjaga dalam armada, dan kami… so, I took a selfie pic with him.



Jakarta, Juli 2013

Suatu pagi di setahun lalu….

Duduk di bagian belakang bus Trans Jakarta. Saat itu masih pagi. Kamu bilang, “Lucu, nih. Kita ada di sini.”

Lalu, karena kondisi dalam bus hanya ada sopir, petugas penjaga dalam armada, dan kami… so, I took a selfie pic with him.

Jakarta, Juli 2013

  • 15th July
    2014
  • 15
  • 15th July
    2014
  • 15

Diam di Pojokan

I love being an observer. Obyeknya tentu saja manusia. Sesekali menjadi ‘penonton’ itu sangat menyenangkan. Ralat, saya memang sering (memilih) jadi penonton, sih. Terlebih kalau urusan domestik atau luar lagi super-ribet. Hehehe. Jadinya, mengobservasi itu adalah hiburan paling seru!

Berikut, gambaran kasar tentang apa yang belakangan ini saya simak dari berbagai circle saya:

• Tentang Manusia-Manusia Kepo
Kayanya ngepoin orang itu sudah menjadi hal dasar yang dimiliki manusia. Bedanya, sebesar apa rasa ingin tahunya, dan sejauh mana.
Ada yang ngepoin semua akun sosmed seseorang atau kelompok. Tujuannya untuk apa? Macem-macem. Yang jelas, kalo ngepoin satu akun, akan berakhir dengan ngepoin segambreng akun lainnya. Manusia-manusia jenis ini, cenderung sotoy dan jail. Tapi, nggak semua. Ada juga yang analisanya malah tajam dan asumsinya benar.

• Tentang ‘Cold War’ di Social Media
Ketika seseorang benci banget terhadap seseorang lainnya, lalu berkoar di social media dan berlanjut sahut-sahutan. OMG! Thats gross!
Tenang saja, buat yang pernah merasa ‘panas’ akibat ulah orang lain, mending senyumin, cuekin, dan walk away.

• Tentang Pelarian Isu Kesepian
Ada yang melampiaskannya melalui pekerjaan. Nggak peduli akan bagaimana masa depan aspek lain, yang penting soal karier semakin (kayaknya) mantap. Ada pula (yang karena kesepian) malah flirting sana-sini, tapi hasilnya ZONK! dan bahkan malah jadi dicap ‘mureeeeee’.

• Tentang Hidup yang Mulai Tak Seimbang
Otak nyuruhnya kerja, tapi badan mintanya istirahat. Mata dipaksa melek, sementara kesadarannya sudah merangkak. Hal kayak gini, pasti memang disadari oleh para corporate-slave, tapi mereka mantap memilih untuk cuek. HOW COOOME?!

Begitulah kira-kira summary-nya. Nanti lain waktu, saya bahas lebih detail. Hehehe. Tolong ditagih saja kalau lupa.

  • 3rd July
    2014
  • 03
  • 3rd July
    2014
  • 03

I took two old photos of my BF and I made it into so-called-comic.

  • 3rd July
    2014
  • 03
Sepedamu sudah menunggu untuk dikayuh. Jangan lagi buat rindu meragu. Karena seseorang, menantimu untuk bertemu.
amor escrito
  • 19th June
    2014
  • 19
there’s that occasional night where you just break down and cry because you know that no matter what, things will never be the same again.
amor escrito